Luka Sayat

5 Cara Mengatasi Luka Biar Cepat Kering dan Nggak Infeksi

Journal Yuni – Hampir tiga tahun aku tinggal di rumah setelah keluar dari pekerjaanku di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Terbiasa bekerja dengan deadline tentu membuatku merasa nggak nyaman hanya berdiam diri saja. Yah meski aku nggak harus sering berhadapan dengan luka dan memikirkan cara mengatasi luka biar cepat kering dan nggak infeksi sih.

Tapi, aku nggak harus khawatir sih kalaupun ada bagian tubuhku yang terluka. Asal bukan hatiku saja. Toh aku masih bisa mengatasinya dengan antiseptik dan plester dari Betadine kok. Hehehe….

Pekerjaan Rumah Tangga yang Rentan Mengundang Luka

Ibuku nggak pernah memintaku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Beliau akan melakukan semuanya sendiri. Memasak, beres-beres rumah, mencuci dan sebagainya.

Namun sebagai anak yang baik, aku nggak bisa membiarkan ibuku melakukan semua pekerjaan itu sendirian dong. Oleh karena itu, aku mengambil alih sebagian yang bisa kukerjakan seperti mencuci dan beres-beres rumah. Yah, sesekali aku akan memasak kalau ibu sedang nggak enak badan.

Sayangnya, pekerjaan rumah tangga juga bisa mengundang luka. Kayak beberapa waktu lalu. Saat mencuci baju, entah gimana ceritanya ada pecahan beling di dekat saluran air. Kakiku nggak sengaja menginjak beling itu hingga membuatnya terluka dan berdarah.

Dari banyaknya darah yang keluar, aku tahu lukanya cukup lebar dan mungkin agak dalam. Dengan menahan nyeri, aku menyelesaikan urusan mencuci baju hingga kelar. Baru kemudian mencari cara untuk mengatasinya agar cepat kering dan nggak infeksi.

cara mengatasi luka
Dokumentasi Pribadi

Cara Mengatasi Luka Biar Cepat Kering dan Nggak Infeksi

Lukaku termasuk luka sayat yang disebabkan oleh pecahan kaca. Meski darahnya banyak, kupikir nggak butuh tindakan medis. Jadi, aku santai saja meneruskan kegiatan mencuci.

Begitu kelar dan emakku melihat darah yang banyak tercecer di kamar mandi. Barulah heboh. Aku dan emakku melakukan beberapa cara mengatasi luka biar cepat kering dan nggak infeksi.

1. Pastikan Tangan Kita Bersih Sebelum Melakukan Perawatan

Ingat ya! Luka itu rentan sama infeksi. Kalau sudah kejadian, maka akibatnya akan lebih berbahaya.

Oleh karena itu, sebelum mengobati dan melakukan perawatan pada luka sebaiknya kita mencuci tangan terlebih dahulu. Kita bisa menggunakan air yang mengalir dan sabun untuk menghindari bahaya infeksi.

2. Hentikan Pendarahan

Sebelum melakukan perawatan luka, kita harus memastikan darahnya berhenti. Kalau lukanya ringan bisa berhenti sendiri.

Berbeda dengan lukaku. Aku butuh menekan lembut lukaku dengan kain bersih. Standarnya, kita harus memposisikan luka lebih tinggi dengan kain ya.

3. Bersihkan Luka

Begitu pendarahannya sudah berhenti, aku mulai membersihkan luka. Nggak pake alkohol sih. Aku hanya menyiramnya dengan air bersih. Karena pinggiran lukanya ada bercak-bercak darah yang mulai mengering, aku membersihkannya dengan sabun.

Oh iya, kalau ada kotoran atau benda yang nempel di lukanya. Kita bisa menggunakan pinset yang bersih untuk mencabutnya ya. Kalau perlu sterilkan pinsetnya dengan alkohol.

Karena dalam kasusku nggak ada kotoran atau benda apapun yang nempel, maka aku hanya membersihkannya saja. Beda lagi kalau misal ada pecahan kaca yang masih menancap ya. Kita butuh ke dokter kalau begitu kejadiannya.

4. Mengoleskan Krim atau Antiseptik

Antiseptic untuk Mengatasi Luka
edited by canva

Setelah lukaku bersih, ibuku mengoleskan Betadine Antiseptic Solution. Kata beliau biar lukaku nggak infeksi katanya. Okelah. Bisa bahaya kalau infeksi.

Kata ibuku, kalau misalkan kalian mau oleskan salep pada luka juga boleh kok. Tapi kalau muncul ruam di kulit harus segera kita hentikan pemakaiannya ya.

5. Tutup Luka

Terakhir adalah tutup luka dengan Betadine Plaster Waterproof Transparent. Kan aku sudah bilang tadi bahwa lukaku nggak terlalu dalam hingga perlu tindakan dokter. Jadi, aku hanya perlu pencegahan agar lukaku tetap kering dan nggak terkontaminasi bakteri.

Ibu bilang aku kudu mengganti plester seenggaknya sekali dalam sehari. Atau saat plesterku basah dan kotor, aku tetap harus menggantinya. Oke. Nggak masalah. Itu hal mudah. Apalagi kakiku yang terluka. Mudah terjangkau.

Gunakan Antiseptik dan Plester dari Betadine

plester untuk menutup luka
edited by canva

Sudah sejak lama, ibuku menyiapkan Betadine untuk urusan luka. Gimana ya? Adikku yang bungsu tu kayak yang akrab banget sama luka dan berdarah. Tiap pulang main ada aja bagian tubuhnya yang lecet dan terkoyak.

Nggak heran kalau ibu selalu sedia antiseptik dan plester dari Betadine. Biar adikku gampang dapat pertolongan pertama untuk setiap luka yang dia bawa pulang.

Soalnya, Betadine Antiseptic Solution itu bisa membunuh kuman penyebab infeksi. Kuman tersebut contohnya Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, Escherichia coli, Streptococcus pneumonia, Klebsiella pneumonia, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, Neisseria gonorrhoeae, Mycobacterium tuberculosis dan lain-lain (Androulla, 1989; Singh et al., 2013). Kandungannya adalah Povidone-Iodine 10% w/v. Sehingga, bisa buat luka-luka kita.

Selain itu, aku pakai Betadine Plaster Waterproof Transparent. Hal ini karena plesternya kedap air dan nggak melekat pada luka. Steril sehingga mencegah infeksi.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk-produk Betadine untuk luka. Kita bisa mengunjungi website resmi mereka di https://betadine.co.id/

Related Posts

One thought on “5 Cara Mengatasi Luka Biar Cepat Kering dan Nggak Infeksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.