Cara Mengatur Keuangan Bagi Para Freelancer

Cara Mengatur Keuangan Bagi Para Freelancer

Cara Mengatur Keuangan – Menjadi freelancer adalah pilihan. Pemasukan yang nggak tentu ada atau nggak. Ketimbang seorang yang memiliki pekejaan tetap. Tapi, itulah sebuah tantangan. Bagaimana seorang freelancer masih bisa menyisihkan sebagian penghasilan sebagai simpanan, seperti investasi deposito dan bentuk investasi lainnya.

Demi memenuhi tantangan tersebut, seorang freelancer harus memiliki kemampuan mengatur keuangan. Mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. Akan lebih baik jika kita bisa menjadikannya sebuah investasi untuk masa depan.

Cara Mengatur Keuangan Bagi Para Freelancer

Sejak awal pandemi, aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Sebenarnya bukan atas kemauan sendiri. Tapi karena perusahaan memutuskannya demikian. Nggak masalah. Aku memilih untuk menjadi freelancer setelahnya.

Berbeda dengan saat aku bekerja yang memiliki penghasilan tetap dalam satu bulan. Maka menjadi freelancer nggak begitu. Termasuk dalam segi nominalnya. Tapi, aku harus bisa menyiasatinya. Agar seberapa pun penghasilannya bisa mencukupi kebutuhan dan menjadi simpanan masa depan. Ceileh. Hehehehe….

freelancer mengatur keuangan
source: freepik.com, Young woman at home office flat vector illustration. Cartoon girl sitting in comfy cozy chair and working with laptop computer. Freelance and isolation concept

Begini beberapa tips mengatur keuangan bagi para freelancer ala-ala Journal Yuni. Check this out ya, Geng!

1. Mengatur Keuangan dengan Mencatat Setiap Pemasukan

Freelancer memiliki pemasukan dari setiap brand yang menggunakan jasa mereka. Nah, dari sini kita harus mencatat setiap sen yang kita dapatkan. Jangan sampai ada yang ketinggalan nggak dicatat ya!

2. Membagi Pemasukan Kita Menjadi Beberapa Anggaran

Fee yang didapatkan nggak langsung utuh dalam sebulan. Kita mendapatkannya sesuai deadline pengerjaan tugas yang diberikan. Maka, akan lebih baik jika setiap kita mendapatkan fee langsung membaginya menjadi setiap pos anggaran. Misal, dana untuk kebutuhan bulanan, simpanan, bayar hutang dan lain sebagainya.

Berapa besaran setiap posnya? Itu bergantung keputusan kita. Kalau aku membaginya menjadi 3 bagian. 40 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk simpanan, 30 persen untuk dana darurat.

Ah iya. Kalau kita punya, jangan lupa menyisihkan dana untuk membayar hutang lho! Hehehe…

3. Mengatur Keuangan dengan Memisahkan Dana untuk Setiap Anggaran

Ketika sudah membagi dana pada setiap pos anggaran, kita harus memisahkannya. Kalau bisa pada rekening yang berbeda.

Makanya, memiliki lebih dari satu rekening bukannya ingin terlihat kaya saja. Tapi lebih dari itu. Agar menghindarkan diri kita untuk menggunakan dana yang nggak sesuai dengan pos anggarannya.

4. Menentukan Prioritas Pengeluaran agar Mudah Mengatur Keuangan

Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sehingga pengeluaran kita memang benar-benar sesuatu yang kita butuhkan alih-alih memuaskan rasa ingin saja. Dengan begitu kita bisa keuangan dengan baik dan benar.

Misal, ketika kita merasa lapar. Maka kita membutuhkan makanan. Sudah jelas. Sesekali kita bisa membeli makanan siap saji. Itu boleh1 saja. Kenapa nggak? Tapi ada kalanya kita harus memenuhi kebutuhan kita akan makanan dengan cara lain. Memasak misalnya.

5. Membayar Hutang

Hutang adalah sesuatu yang harus segera diselesaikan. Baik hutang uang mau pun janji.

Ketika kita memiliki pemasukan, maka sudah sewajarnya hutang adalah hal utama yang harus dibayarkan. Sebelum kita menggunakan dana untuk keperluan lainnya. Jika nggak bisa dibayar lunas, kita bisa mencicilnya.

6. Menghindari Hutang Konsumtif

Berhutang bukanlah sesuatu yang memalukan. Kita boleh melakukannya. Dengan catatan bahwa keperluannya bukan sesuatu yang bersifat konsumtif.

Misalnya, kita sudah memiliki ponsel. Masih bagus dan berfungsi dengan baik. Eh, kita malah ingin memiliki ponsel yang baru saja dilaunching. Tapi sayangnya nggak punya uang. Kemudian mengajukan kredit pembelian ponsel.

Saranku mending jangan deh! Toh ponsel kita masih bisa digunakan. Kenapa juga harus memaksa untuk berhutang ponsel baru.

Maksudnya begini, jika barang yang ingin kita beli bukanlah barang yang penggunaannya bersifat urgent, mending menghindari beli/hutang deh. Beda cerita sih jika kita memiliki dana berlebih. Hehehe…

7. Menyiapkan Dana Darurat

Terakhir, jangan lupa menyiapkan dana darurat ya Geng! Bukan apa-apa sih? Kita nggak mengetahui bagaimana kondisi kita di masa depan. Bukan nggak mungkin, akan ada kondisi darurat yang membutuhkan dana. Jika terjadi hal yang demikian, maka kita nggak perlu merasa bingung memikirkan jalan keluarnya kan?

Kesimpulan

Boleh saja kita memilih untuk menjadi freelancer. Apalagi bagi seorang cewek single sepertiku. Tapi permasalahannya adalah apakah kita bisa mengatur keuangan? Mentang-mentang single maka kita boleh menghabiskan setiap uang yang kita dapatkan begitu saja. Nggak boleh ya.

Bagaimana pun juga kita harus mengetahui cara mengatur keuangan. Sehingga, kelak saat memiliki keluarga nggak terlalu kagok lagi mengelola keuangan keluarga. Bisa jadi manager finance terbaik dah pokoknya. Seenggaknya bagi keluarga kita sendiri.

Semoga bermanfaat. Cemiau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *