“Aku cantik nggak?” Sudah tiga kali pertanyaan ini kulontarkan pada adik bungsuku pagi itu. Mungkin dia sampai muak mendengarnya.
Tapi gimana ya? Aku emang lagi butuh validasi banget saat itu. Soalnya, aku sudah lama menunggu moment sepupuku married.
Mana acaranya ‘kan digelar di Gedung Serbaguna Arab Wings, Banyuates. Aku harus tampil cantik dan mempesona sebagai bridesmaid.
Makanya, aku bela-belain berlama-lama di depan cermin. Makeup sengaja kubuat flawless biar nggak saingan sama manten. Nggak ketinggalan juga softlens. Aku ingin mataku terlihat cantik maksimal dalam foto.
Waktu itu, aku sama sekali nggak kepikiran kalau rasa percaya diriku dari softlens hampir hilang gara-gara sesuatu yang kelihatannya sepele.
Semua Berjalan Sempurna… Sampai Mataku Mulai Ngasih Sinyal

Sesampainya aku di gedung, suasana sudah meriah. Alunan musik terdengar nyaring, tamu mulai berdatangan, dan keluarga besar sibuk menyambut satu sama lain.
Hari itu, aku jadi seksi sibuk plus saksi kebahagiaan sepupuku dan suaminya. Mulai dari acara akad, resepsi, sampai ramah tamah dengan tamu kujabanin.
Pokoknya, mataku melek dan awas sama jalannya acara bahagia mereka. Berharap nggak ada kendala apapun yang bisa mengurangi kesakralan acaranya.
Eh. Nggak tahunya, yang terganggu malah aku sendiri. Gimana dong?
Tanpa terasa, aku sudah pakai softlens selama berjam-jam. Awalnya sih memang biasa saja. Wong aku juga sudah terbiasa pakai.
Tapi lama-lama, kok aku merasa ada yang aneh di mataku. Rasanya kayak sepet. Kupikir itu cuma karena kemarin habis begadang dan terpaksa bangun pagi demi suksesnya moment pernikahan sepupuku. Mana gedungnya ber-AC pula. Wajarlah mata sepet-sepet dikit juga.
Eh, beberapa menit kemudian, malah ketambahan sama rasa perih di mata. Ada apa ini? Reflek yang kulakukan waktu itu sih dengan sering berkedip. Berharap rasa nggak nyamannya bakalan hilang.
Sayangnya, keadaan bukannya membaik. Mataku justru rasanya makin terasa lelah. Gimana nih? Masa iya harus lepas softlens? Acaranya masih jauh dari kata usai.
Belakangan aku tahu kalau tiga kondisi ini dikenal sebagai Mata SEpet, PErih, LElah, atau yang disingkat menjadi SePeLe. Meskipun kedengerannya sederhana, kondisi kayak gini bisa jadi Gejala Mata Kering yang sering dialami pengguna softlens lho, termasuk aku.
Rasanya Pengen Ngucek Mata Terus
Sewaktu mengalami gejala mata kering di tengah pesta resepsi sepupuku, ada satu hal yang paling sulit kutahan. Keinginan untuk mengucek mata.
Bayangin sajalah! Aku merasa di mataku kayak ada yang mengganjal yang makin lama terasa makin bikin nggak nyaman.
Sempat juga mikir untuk copot softlens. Tapi tentu saja, mataku nggak akan secantik kalau pake softlens. Pokoknya, aku mencoba bertahan semampuku dengan segala rasa nggak nyaman karena mata SEpet, PErih, LElah.
Ternyata Softlens Memang Bisa Memicu Gejala Mata Kering

Ternyata penggunaan softlens dalam waktu lama memang bisa membuat mata kehilangan kelembapan. Kok bisa?
Menurut informasi yang kubaca di forum diskusi yang ada di laman Alodokter, softlen tuh ‘kan menutup kornea mata. Makanya, bikin air mata nggak bisa membasahi seluruh permukaan mata. Belum lagi, masalah pertukaran oksigen di kornea jadi terganggu.
Selain itu, softlens biasanya terbuat dari bahan silikon atau plastik yang sifatnya menyerap air. Makanya, air mata jadi cepat kering kalau pakai softlens.
Nggak heran sih pas acara resepsian sepupuku tempo hari, mataku terasa nggak nyaman banget. Acaranya ‘kan lama banget. Selama acara tentu saja softlens nggak kulepas.
Oke. Aku jadi paham kenapa mata SePeLe jangan disepelein. Soalnya, momen yang seharusnya kulalui dengan cantik paripurna berkat softlens bisa rusak.
Gimana nggak rusak? SePeLe nggak tertahankan pasti bikin aku harus melepas softlens. Kalau sudah begitu, aku merasa kurang cantik. Mood-ku terjun bebas. Moment bahagia sepupuku pasti akan jadi moment nggak menyenangkan buatku.
Hal-Hal yang Sekarang Selalu Kulakukan Saat Pakai Softlens

Pengalaman pas resepsi pernikahan sepupuku bikin aku lebih peduli dengan kesehatan mata. Secara ya, ogah banget aku tuh harus melepas softlens di tengah acara. Ntar mataku kurang cantik lagi dong.
Makanya, sekarang aku selalu berusaha mengurangi gejala mata kering yang bikin mata sepet, perih, dan lelah dengan beberapa cara, sebagai berikut:
1. Nggak Pakai Softlens Lebih Lama dari Anjuran Waktunya
Normalnya, penggunaan softlens tuh maksimal 10 jam dalam sehari. Cuma, kalau kondisi mata kalian lagi kering, mending persingkat waktu penggunaannya.
Lagian ya. Aku sudah belajar kalau mata juga butuh bernapas. Makanya, aku menghindari pemakaian softlens yang terlalu lama. Kalau pun ada acara, kayak resepsi atau apa, minimal pas break time, aku pasti melepas softlens yang kupakai.
Dengan begitu, mataku tetap mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup dari air mata tanpa ada halangan.
2. Lebih Sering Berkedip
Pas berada dalam sebuah acara, biasanya kalian akan mengobrol dan foto-foto bersama sesama tamu. Sadar nggak sih? Kalau sudah keasyikan berinteraksi begitu, kalian sering lupa berkedip.
Padahal, kebiasaan sesederhana berkedip doang bisa membantu kalian menjaga kelembaban mata lho.
3. Menahan Diri untuk Nggak Mengucek Mata
Di moment resepsi pernikahan sepupuku, mataku terasa sepet, perih, dan lelah. Biasalah, gejala mata kering ‘kan begitu. Terus, terasa kayak ada yang mengganjal dan bikin gatal.
Sayangnya, mengucek mata saat kondisi pakai softlens memang bukan solusi. Mata bisa semakin iritasi kalau kalian paksa menguceknya.
4. Menggunakan Tetes Mata Steril Saat Mulai Muncul Gejala Mata Kering
Ini juga kudapatkan saat kejadian mata Sepet, Perih, Lelah di acara resepsi pernikahan sepupuku tempo hari.
Aku nggak jadi melepas softlens di detik-detik terakhir. Soalnya, aku bisa meringankan gejalanya dengan pemakaian tetes mata steril.
Tetes mata apa yang kupakai dan gimana cerita aku mendapatkannya?
Rekomendasi Tetes Mata Steril dari Sahabatku

Waktu itu, aku juga mengajak sahabatku menjadi bridesmaid di pernikahan sepupuku. Melihatku terus-terusan berkedip nggak nyaman, dia langsung waspada.
Begitu tahu kalau mataku terasa sepet, perih, dan mulai lelah, dia mengambil botol plastik kecil dalam tasnya. Insto Dry Eyes. Begitu nama produk yang kubaca di kemasannya. Katanya sih belinya di minimarket doang.
Menariknya, Insto Dry Eyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose yang bekerja memberikan efek pelumas kayak air mata. Makanya, bisa membantu meredakan Gejala Mata Kering dan bikin mataku terasa lebih nyaman.
Aturan pakainya cukup 1-2 tetes di setiap mata. Gunakan tiga kali sehari atau sesuai anjuran dokter.
Nggak butuh waktu lama setelah aku tetesin Insto Dry Eyes ke mata sampai rasa nggak nyaman di mataku mulai berkurang. Aku kembali bisa menikmati acara, mengobrol dengan keluarga, dan tentu saja lanjut foto-foto tanpa terus memikirkan mataku.
Momen Bahagia Lebih Indah Saat Mata Tetap Nyaman
Sejak pengalaman itu, aku selalu mengingat satu pelajaran sederhana.
Seringnya, kita sibuk menyiapkan outfit, makeup, bahkan warna softlens yang cocok dengan kebaya. Tapi lupa mempersiapkan kenyamanan mata yang akan menemani kita seharian.
Padahal, ketika Mata SEpet, PErih, LElah mulai muncul, semua rasa percaya diri bisa ikut luntur.
Oleh karena itu, sekarang aku selalu siap membawa #InstoDryEyes setiap kali harus memakai softlens dalam waktu lama. Biar #BebasMataKering dong pasti.
Buatku, tampil cantik memang menyenangkan. Tapi menikmati momen bersama orang-orang tersayang tanpa terganggu Gejala Mata Kering jauh lebih berharga.
Jadi, kalau suatu hari mata kalian mulai menunjukkan tanda SePeLe, jangan anggap remeh. Ingat selalu pesan sederhana ini: #MataSePeLeJanganSepelein