Hola Teman Journaling-nya Aku! Udah tahu ‘kan kalau sunscreen adalah salah satu produk basic skincare yang nggak boleh kita skip. Masalahnya, kalian udah tahu belum kalau ada beberapa jenis sunscreen di pasaran selama ini?
Kalau belum tahu, ya nggak papa. Aku sudah bikinin catatan kecil tentang jenis sunscreen, yaitu physical, chemical dan hybrid. Semoga bisa jadi referensi yang bagus untuk kalian. Biar kalian nggak salah pilih lagi.
Soalnya, aku tuh pernah berada di fase pakai sunscreen cuma karena “katanya bagus” doang. Bukan karena aku ngerti, apalagi cocok. Tapi karena banyak yang pakai.
Tahu nggak apa hasilnya?
Kulitku terasa lengket, wajah keliatan abu-abu, kadang malah muncul jerawat kecil-kecil yang entah datangnya dari mana.
Waktu itu aku sempat mikir, “Kayaknya kulitku aja yang rewel.” Terus milih buat ganti sunscreen lain yang katanya oke.
Sampai kemudian aku sadar, mungkin aku cuma belum kenal apa yang sebenarnya kubutuhkan.
Makanya, aku tuh nggak mau kejadian aku salah pilih sunscreen kejadian juga di kalian. So, baca catatanku sampai kelar ya, Teman Journaling-nya Aku!
Sunscreen Itu Bukan Cuma Soal Angka SPF
Kebanyakan dari kita, kalau lagi nyari sunscreen tuh yang diperhatikan adalah angka SPF atau PA-nya. Kayak semakin tinggi angkanya akan semakin bagus.
Ternyata, nggak sesederhana itu lho.
Maksudku, SPF dan PA memang penting. Mereka inilah yang bantu melindungi kulit dari sinar matahari. Tapi, angka-angka itu cuma satu bagian kecil dari cerita.
Di baliknya, ada yang namanya cara kerja sunscreen, jenisnya, dan reaksi kulit yang pastinya beda-beda untuk tiap orang.
Sejak paham ini, aku mulai berhenti menyalahkan kulitku sendiri setiap kali merasa nggak nyaman dengan satu produk sunscreen.
Jenis Sunscreen dan Cara Kerjanya
Anehnya, sunscreen mulai terasa rumit sejak aku sering membandingkan.
Temanku cocok dengan satu produk, aku ikut. Beauty influencer nyaman pakai sunscreen tertentu, aku penasaran. Tentu saja, hasilnya sering beda.
Dari situ aku mulai curiga. Apa jangan-jangan masalahnya bukan di produknya ya, tapi di asumsi bahwa semua sunscreen bekerja dengan cara yang sama.
Biar lebih mudah, let me tell you aneka jenis sunscreen yang sudah bertebaran di pasaran.
1. Physical (atau mineral) Sunscreen

Jenis ini tuh ibarat perisai kecil di kulitmu. Formula yang umum adalah zinc oxide dan titanium dioxide.
Cara kerja physical sunscreen adalah memblok dan memantulkan sinar matahari sebelum sempat menyentuh kulit. Intinya, sunscreen ini tuh bekerja langsung begitu kita oles ke kulit.
Nggak ada tuh istilahnya nunggu dulu berapa menit setelah pemakaian, baru boleh keluar rumah.
Banyak orang merasa physical sunscreen lebih ramah untuk kulit sensitif atau acne prone. Soalnya, pemakaiannya ‘kan di atas kulit gitu. Nggak ada penyerapan kandungan ke dalam kulit.
Makanya sunscreen jenis ini biasanya terasa sedikit lebih tebal atau krim, dan bisa ninggalin white cast. Itu lho bekas putih yang kadang keliatan pas baru dioleskan.
2. Chemical sunscreen

Kalau chemical Sunscreen beda lagi cara kerjanya. Lebih kayak penyerap sinar UV gitu deh.
Formula yang sering muncul di produk yang sering muncul di TikTok misalnya avobenzone, oxybenzone, dan octinoxate.
Ketika sinar UV kena kulit yang udah diolesin sunscreen ini, sinarnya akan diserap lalu diubah jadi panas dan dilepas kembali.
Karena cara kerjanya yang diserap seperti ini, beberapa hal yang sering muncul, antara lain:
- Teksturnya lebih ringan dan transparan, jadi sering banyak yang bilang kalau sunscreen-nya nyatu banget di kulit dan nggak ninggalin white cast.
- Banyak orang suka pakai jenis ini sebagai alas sebelum makeup, karena lebih
- Tapi, karena dia “masuk ke kulit dulu”, biasanya perlu waktu sekitar 15–20 menit sebelum benar-benar efektif.
Di sisi lain, ada juga diskusi di komunitas beauty yang bilang kalau chemical sunscreen bisa lebih gampang bikin iritasi untuk beberapa orang dengan kulit sensitif atau kondisi tertentu.
Itu bukan berarti sunscreen chemical “buruk” atau gimana ya. Tapi, lebih ke reaksi kulitnya yang beda-beda tergantung siapa yang pake.
3. Hybrid sunscreen
Kalau physical sunscreen itu kayak tameng yang duduk di atas kulit dan bikin sinar UV memantul, dan chemical sunscreen kayak penyaring yang menyerap sinar UV.
Maka hybrid sunscreen itu duet keduanya dalam satu botol. Artinya, satu produk punya bahan mineral dan bahan chemical sekaligus.
Nah ini yang sering dibahas di beauty community juga, banyak orang bilang, kalau hybrid sunscreen tuh terasa lebih smooth di kulit, nggak berat seperti mineral murni, tapi tetap punya perlindungan yang kuat dari sinar UV.
Secara sederhana, kalau ngomongin perbedaan dari ketiga jenis sunscreen, antara lain:
- Mineral (physical): Memantulkan sinar UV pakai zinc oxide atau titanium dioxide.
- Chemical: Menyerap sinar UV dan merubahnya jadi energi yang nggak berbahaya.
- Hybrid: Gabungan keduanya, jadi dia pakai kedua mekanisme itu dalam satu formula.
Salah Pilih Sunscreen Itu Wajar, Asal Mau Belajar
Ada satu momen kecil yang bikin aku berhenti ngomel soal sunscreen. Momen di mana aku sadar, salah pilih itu bagian dari proses.
Kadang kita terlalu keras sama diri sendiri. Kulit breakout dikit-dikit, langsung merasa gagal merawat diri.
Padahal, bisa jadi kita cuma belum kenal saja. Sama kayak hiduplah ya. Nggak semua keputusan yang kita ambil langsung tepat. Tapi, kalau pun salah, bukankah kita akan lebih banyak belajar?
Sejak itu, aku nggak lagi cari sunscreen “terbaik”. Aku cari yang cukup pas untuk kondisi dan rutinitasku sekarang.
Catatan Penutup dari Teman yang Lagi Sibuk Milih Sunscreen
Pada akhirnya, aku merasa kalau merawat kulit mirip sama merawat hidup.
Nggak harus mengikuti semua tren yang ada. Nggak perlu membandingkan diri dengan pengalaman orang lain juga. Cukup jujur sama kebutuhan sendiri, dan mau belajar pelan-pelan.
Mungkin bukan tentang menemukan sunscreen yang sempurna. Tapi tentang berhenti asal pilih dan mulai lebih sadar dalam memilih.
Kalau catatan kecil ini bikin kalian berhenti sebentar, lalu mikir, “Oh… mungkin aku bisa lebih lembut sama diriku sendiri,” berarti tulisan ini sudah sampai ke orang yang tepat.
Sampai jumpa di catatanku selanjutnya ya, Teman Journaling-nya Aku!
Betuuuuuuul mba. Akh sendiri udh cobain 3-3 jenisnya. Sebenarnya sih nyaman semua, tinggal cocok atau ga dengan kulit kita.
Aku skr ini LG suka physical sunscreen dari ameterasun. Dan pas ke Maldives kemarin, yg mana itu laut dan panas, kulitku aman dari kebakar selama main pantai.
Yg chemical atau hybrid aku pakai kalau kebanyakan di indoor biasanya. Dan wajib pakai makeup. Krn make up LBH nempel.
Jujur nya utk cari sunscreen yg sesuai memang susah. Trial and error bangetttt. Aku aja Krn udh ngerasain banyak brand sunscreen utk tahu mana yg sesuai dengan kulitku.
Trus kalau pakai yg physical, pastiin juga bersihin wajahnya dual cleanser. Krn biasanya lebih nempel 😄. Takut jerawatan kalau ga bersih
Sepertinya saya tipe yang terlalu keras sama diri sendiri. Pernah soalnya mengalami ini kulit breakout, eh langsung merasa gagal merawat diri. Padahal saat itu saya masih lajang.
Tapi setelah menikah saya lebih banyak pasrah, mensyukuri semua apa adanya dan sebagai ikhtiar, tetap melakukan perawatan semampunya
Aku pernah mbaa dalam fase nyoba gonta ganti skincare termasuk ss gara2 liat beauty influencer wkwkwk..meski sebenarnya kulitku ini tipe yg gak rewel namun setelah nyoba bbrp jenis skincare ternyata ada juga yg gak cocok krn ada yg berasa pedih di mata, kulit wajah jd berasa panas bahkan berasa jd lebih gelap..jdnya sekarang aku dh insaf dh cocok sama satu jenis gak mau lagi deh coba2 lagi drpd nti malah komplen nie kulit hehehe
Saya setuju sekali ini Mbak Yuni. Hidup jangan sawang sinawang. Apa yang bagus dilihat pada orang lain, belum tentu sesuai untuk kita. Termasuk soal pemilihan skincare. Jadi kuncinya disesuaikan. Tapi untuk mendapatkan skincare yang sesuai memang itu perlu proses juga. Tidak bisa langsung Nemu 1 produk langsung cocok. Seiring waktu pasti ketemu yang Sesuai.
SS ini nggak boleh skip yaa, apalagi kalau kegiatan outdoornya banyak.
Tapi aku berhati2 kalau pakai SS mbak, karena sensi banget kulitku, jadi aku sekarang makainya SS yang khusus buat kulit berjerawat hehe.
Nah selama ini selain SS buat jerawat patokan aku tu SPF ternyata bukan gitu yaa. Baru paham juga nih ada beberapa SS dengan cara kerja berbeda. Kalau memantulkan aku bisa paham, tapi ternyata ada yang absorb yaaa, lalu setelah jadi panas dikeluarin. Wah kyknya aku kudu hati2 juga nih cari SS yang bisa langsung blokir masuknya sinar UV ke kulit.
Nahhh setuju dengan April.
akupun baru pahamm.
karena selama ini, aku mikirnya semua sunscreen sami mawon.
ehh ternyata beda beda, yaaa.
thanks udah menjabarkan dgn sangaattt detail.
Wajib dibaca semua orang nih.
Sebagai penikmat sinar matahari, suncreen itu hal terpenting yang perlu aku perhatikan. Ibaratnya seperti air yang dibutuhkan oleh tubuh. WAJIB.
Terima kasih banyak untuk informasi pentingnya nih soal memilihnya, memang seringkali yang diperhatikan soal angka SPF, lupa kandungan mineral dan chemicalnya.
Lain kali kalau beli jadi lebih memperhatikan. Supaya lebih maksimal.
Daku cocoknya yang physical sunscreen karena nggak pedih di mata (semisal cuci muka karena buat wudhu), dan nggak bikin kusam kulit. Walau memang buat nge-blend nya di wajah itu lumayan juga, tapi tetep asik dipakai
Ibaratnya seperti air yang dibutuhkan oleh tubuh. Perlu banget untuk kulit, terlebih aku yang suka banget dengan matahari dan laut.
Soal memilih memang perlu memperhatikan soal angka SPF, kadang lupa kandungan mineral dan chemicalnya. Lain waktu aku perlu lebih detail melihatnya.
Mbaakkk.. aku baru tahu ada tiga jenis sunscreen lho. Aku tipe yang nggak mau ribet buat urusan kulit, jadi kadang pilih sunscreen juga nggak terlalu jeli mana yang physical, mana yang hybrid atau chemical. Dan baru tahu ini kalau jenis yang kupakai tuh masuk ke physicalnya.
Tapi aku udah kadung nyaman sama yg sunscreen yang sekarang. Kalau pun mau coba nunggu yg skarang habis sambil search produknya dari merek yang kucocok. 🥰🥰
Tercerahkan, ternyata aku salah pake sunscreen nih soalnya kulitku kayak nggak pas aja terlalu sensitif. Dari ketiga jenis sunscreen, faktanya aku cuma bisa pake dua jenis saja. Satunya memang nggak bisa.
Nice info, mesti kroscek sama kebutuhan dan jenis kulit sebelum memilih sunscreen serta nggak boleh FOMO kalau soal suncreen dan skincare, dampaknya bisa panjang kalau salah pilih dan tidak sesuai kebutuhan.
oh jadi aku pakai yang chemical deh selama ini yang transparant , soalnya kkmren lagi booming dan emng lagi nyari yang engga white cast , kandunga spf sama pa nya aman sessuai dengann kbutuhan kulit wajah ku
Saya malah baru tahu kalau sunscreen itu ada tiga macam ya? Dan seperti yang saya pernah membeli ketiganya karena selama ini saya pikir semuanya sama ternyata berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Karena perannya penting sekali untuk melindungi kulit kita dari paparan matahari yang bisa berbahaya dalam jangka panjang
Saya rutin mba pakai sunscreen tapi jujur deh gak pernah perhatikan termasuk jenis yang mana sunscreen yang saya pakai. Btw kulit saya ini alhamdulillah gak pernah rewel, insya Allah cocok untuk semua jenis sunscreen. Yang jelas sunscreen itu wajiib digunakan pada wajah agar terlindungi dari sinar UV.
Nggak boleh asal FOMO ya dalam masalah memilih sunscreen, kaya ngikutin merk dari iklannya para influencer saja tanpa mempertimbangkan kecocokannya dengan kulit kita, tapi sebaliknya harus bijak banget dalam memilih dan memilah mana produk sunscreen yang cocok dengan kebutuhan kulit masing-masing
Baru tahu ada jenis-jenis sunscreen. Aku biasanya asal beli aja hehehehe… Tapi ada yang modelnya lengket gitu dan aku kurang suka. Lebih suka yang ringan. Coba nanti aku cek sunscreen yang aku pakai masuk jenis yang mana.
Nah saya kalau pilih sunscreen yang bener bener nyaman di kulit wajahku
Gak berminyak kalau berkeringat, gak lengket meski sudah di-apply lama
Lalu…
Aku kalau sudah kadung suka satu merk, susah ganti karena manfaatnya terlihat
Kalau aku sehari-sehari pakai chemical sunscreen soalnya lebih gampang dibilasnya. Kalau physical sunscreen kan dia ada white cast dan harus dicuci bersih pas mau wudhu
mbak jleb banget statement ini “Mungkin bukan tentang menemukan sunscreen yang sempurna. Tapi tentang berhenti asal pilih dan mulai lebih sadar dalam memilih”
jadi mengingatkanku beberapa waktu lalu yang bingung milih sunscreen. terima kasih remindernya untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain
Penjelasannya bikin sadar penting banget pilih sunscreen yang tepat buat kulit kita, bukan cuma asal SPF tinggi aja.. So far daku pilih physical sunscreen untuk daily. Biar bisa barengan juga sama perbocilan, hehe..