Bingung Mau Nulis Apa? Coba deh 3 Format Menulis Jurnal dari Marshanda!

Menulis jurnal itu sulit. Kata orang yang sudah lama pingin journaling tapi nggak jelas kapan akan mulainya.

Nggak. Aku lagi nggak ngomongin kalian kok, Teman Journaling-nya Aku. Santai saja. Aku lagi membahas diriku sendiri.

Bayangin saja! Aku sudah beli agenda atau buku catatan custom, alat tulis yang proper, dan beberapa stiker lucu. Terus apa?

Eksekusinya nol besar. Katanya mau ngumpulin niat dulu. Entah ngumpulinnya di mana? Nggak terkumpul juga itu niatnya. Heran dah.

Ada yang samaan nggak sih?

Pingin Banget Journaling, tapi…

Bukannya apa ya. Hal yang menarik terbiasa saat menulis jurnal adalah kita bisa cek lagi tulisannya nanti-nanti.

Saat masanya sudah berlalu, membaca tulisan di masa lampau tuh mengundang nostalgia banget. Entah nanti merasa geli, kesal, atau emboh perasaan lainnya.

Tapi masalahnya, nggak semua orang yang pingin journaling lantas otomatis bisa menulis dengan lancar. Kebanyakan ya kayak aku.

Nggak jadi lagi. Nggak jadi lagi. Coba tebak apa alasanku? 

Disclaimer: Semua alasan selalu gagal menulis jurnal meski sudah beli semua peralatannya yang kutulis di sini adalah milikku ya.

  • Khawatir akan menuliskan sesuatu yang terlalu pribadi. Apalagi kalau itu sesuatu yang memalukan.
  • Terlalu banyak melihat jurnal milik orang lain. Lalu minder sama kemampuan sendiri. Ntar kalau jurnalnya nggak bagus gimana?
  • Akhirnya, aku nggak tahu harus menulis apa di jurnal. Formatnya gimana? Bingung sendiri jadinya.
Related Post  7 Faktor Eksternal yang Diam-Diam Bisa Memengaruhi Keputusan Bisnis di Indonesia

Mungkin, kalian juga punya alasan sendiri untuk nggak menulis jurnal padahal pingin. Coba dong tulis di kolom komentar tentang apa alasan kalian!

Ide Format Menulis Jurnal dari Marshanda

format menulis jurnal dari Marshanda

Beberapa hari yang lalu, pas scrolling Instagram, lewat konten reels-nya Marshanda di berandaku.

Aku sih lumayan suka sama konten-kontennya. Rasanya, aku nggak pernah skip apapun yang doi bahas. Mau itu tentang keluarga, mental health, atau tips tentang journaling.

Kontennya tuh kayak emang membahas masalah-masalah yang biasa terjadi gitu deh. Pas nengokin komen-komen di setiap kontennya, ternyata ada banyak yang kayak aku. Related sama kontennya.

Kebetulan yang kemarin itu kontennya tentang ide format journaling. Marshanda menyadari kegundahan orang-orang yang kayak aku. Nggak tahu mau menulis apa di jurnal. Bingung sama rules-nya.

Fun fact, dalam journaling tuh nggak ada yang namanya rules. Kita bebas saja mau menulis tentang apa. Bikinnya gimana juga terserah kita.

Tapi, kalau emang bingung mau menulis apa. Ikutin saja ide format menulis jurnal dari Marshanda, sebagai berikut:

1. 10 Hal yang Kita Syukuri

menulis 10 hal yang disyukuri

Kita bisa menulis ini setiap hari. Entah itu pagi pas bangun tidur atau malam hari sebelum tidur.

Related Post  Aplikasi Gym dengan UI Modern untuk Pengalaman Latihan Maksimal

Kupikir, iya juga ya. Nggak mungkin dong nggak ada hal yang kita syukuri dalam hidup.

Event sekedar bisa bangun di pagi hari juga sudah nikmat. Bernapas dengan baik tanpa bantuan selang oksigen. Bisa makan apapun dengan nyaman. Kurang apa lagi sih hidup kita?

Marshanda menambahkan gimana menuliskannya. Kita bisa bikin list dari nomor 1-10. Lalu, ke-10 list-nya bisa kita mulai dengan “Aku bersyukur karena …”

Cus mulai journaling dengan menuliskan 10 hal yang kalian syukuri!

2. Free Flow

Maksud dari Free Flow ini kita bisa menulis perasaan sampah yang nggak penting dalam sistem jiwa kita. Entah itu, yang bikin sakit hati, kemarahan pada seseorang yang nggak tersalurkan, atau apapun itu.

Tulis semuanya dengan penuh emosi di jurnal! Begitu sudah kelar, robek kertasnya dari buku jurnal. Lalu, robek lagi jadi serpihan-serpihan dan buang ke tempat sampah.

Marshanda bilang dengan begitu kita akan merasa kayak membuang semua emosi itu. Kemudian, kita bisa merasa release dan lega.

Sebenarnya, sahabatku pernah memberikan saran ini saat aku stres berat beberapa waktu lalu. Aku pun mengikuti saran itu. Meski nggak yang tuntas lega, tapi lumayan meringankan sih.

Menurutku, kalaupun kalian mau coba format menulis jurnal ini nggak masalah lho. Cukup worth it kok.

Related Post  Hampir Lepas Softlens di Tengah Acara Resepsian Sepupuku Gara-gara Mata SePeLe

3. Menulis Tentang Kehidupan Ideal yang Kita Mau

Katakanlah, kita punya mimpi atau goal yang belum tercapai. Marshanda bilang kita bisa menuliskan mimpi atau goal tersebut di jurnal.

Tulis semuanya dengan sangat detail! Bila perlu sampai ke kondisinya gimana, kalau misalkan tentang rumah, rumahnya seperti apa. Catnya warna apa. Kita tinggal dengan siapa.

Kalau itu tentang pekerjaan atau bisnis. Mau bisnis yang gimana? Perlu sewa printer di Jogja atau nggak? Usahanya apa?

Usahakan sedetail mungkin ya. Tulis juga apa yang akan kita lakukan ketika mimpi atau goal itu sudah tercapai.

Kata Marshanda, ini juga bisa jadi praktik manifestasi yang cukup ampuh lho.

Yuk Mulai Menulis Jurnal!

Gimana? Sudah nggak bingung lagi ‘kan perkara mau menulis apa di jurnal?

Rasanya sudah nggak ya. Toh, ada ide format menulis jurnal dari Marshanda yang bisa kita coba. Mau pakai salah satunya boleh. Gaskeun menulis dengan semua format juga nggak masalah. Bebas.

Buat yang punya komunitas journaling atau apapun dan mau bikin acara. Kalian pasti butuh printer untuk ngeprint dokumen dan lain-lain.

Ketimbang cari pinjaman ke sana-kemari, mending rental printer Jogja saja.

Teman Journaling-nya Aku, yuk mulai menulis jurnal!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Marshanda (@marshanda99)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses