Pentingnya Tradisi Remoh, Salah Satu Kearifan Lokal dalam Komunitas Blater di Madura

Tahun lalu, aku menemukan sebuah undangan di rumah. Kupikir undangan pernikahan dari kerabat atau teman emak dan bapakku.

Saat kucek, lho kok? Ternyata nggak ada nama pasangan pengantin seperti layaknya undangan pernikahan pada umumnya. Hanya keterangan waktu, tempat dan acara saja yang tertera.

“Mak, ariyah undangan apah?” (“Mak, ini undangan apa?”)

“Ajiyah remohnah oreng Blater.” (“Itu tradisi remoh-nya orang Blater.”)

“Kok, eppak eyonjeng? Kan eppak benni Reng Blater.” (Kok bapak diundang? Kan bapak bukan orang Blater.”)

“Tak taoh kiyah. Kancanah eppak en sing merrik.” (“Nggak tahu juga. Teman bapaknya yang ngasih.”)

Berkenalan dengan Komunitas Blater di Madura

Aku dulu nggak paham kalangan mana saja yang disebut Blater. Dalam benakku mungkin saja orang-orang yang suka carok atau cari onar. Karena orang yang kutahu dan mendapat julukan blater sering membawa sekep atau senjata tajam saat bepergian. Masuk akal dong pemikiranku?

Tapi ternyata bukan itu. Menurut tulisan di website sampang.web.id, Blater adalah wajah sebenarnya dari masyarakat Madura sebelum banyak kultur dominan yang meriasinya. Dimana Islam merupakan kultur dominan yang kini menjadi trend setter monokulturalisme di Madura.

Komunitas Blater ini merupakan julukan yang dinobatkan untuk segelintir masyarakat Madura. Alasan penobatannya bisa beragam. Ada yang menobatinya karena kewibawaan, keberanian dan lain sebagainya.

Istilah ini pun sepertinya hanya populer di Madura bagian barat seperti Bangkalan dan sebagian Kabupaten Sampang. Sedangkan di bagian Madura lainnya lebih populer dengan istilah bajingan.

Tapi, kita nggak bisa menganggap keduanya sebagai dua hal yang sama sih. Karena ada tingkatan dan kelas tersendiri yang membedakan pengertian dari kedua istilah tersebut.

Apa itu Tradisi Remoh?

Pentingnya Tradisi Remoh dalam Komunitas Blater
Credit to sampang.web.id/2018/07/blater-an-konstruk-lokal-tersisa.html

Konon katanya, tradisi remoh adalah kearifan lokal atau warisan dari nenek moyang masyarakat Madura yang dikenal luas oleh masyarakat Madura Bagian Barat (Sampang dan Bangkalan).

Tradisi remoh kerap diadakan oleh komunitas Blater sebagai ajang pertemuan para jawara Blater dari seluruh Pulau Madura. Bahkan katanya meluas hingga Pulau Jawa.

Pentingnya Tradisi Remoh dalam Komunitas Blater di Madura

Setiap anggota kelompok memiliki motivasi tersendiri saat mengikuti acara ini. Yah, meski harus kuyakini bahwa harga diri pasti menjadi faktor utamanya.

Gimana ya? Soalnya, masyarakat Madura tu menjunjung tinggi sekali urusan harga diri.

Bahkan ada filosofinya. Katanya “ango’ pote tolang atembhang pote mata”. Itu berarti mereka lebih baik mati daripada hidup dalam rasa malu.

Jadi, nggak heran ya. Saat ada suatu permasalahan khususnya yang menyangkut harga diri. Beberapa warga Madura menyelesaikannya dengan cara carok ketika nggak ada jalan keluar lainnya. Sadis.

Ada beberapa nilai terkait pentingnya tradisi remoh, salah satu kearifan lokal dalam komunitas Blater di Madura ialah:

  1. Merepresentasikan diri sebagai seorang yang memiliki harga diri tinggi.
  2. Dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan baik komunitas sendiri maupun komunitas lainnya.
  3. Bentuk pengakuan dari masyarakat bahwa manusia memiliki kekuatan modal sosial, simbolik, budaya dan ekonomi.

Manfaat Internet sebagai Koordinasi Pelaksanaan Tradisi Remoh

Saat pelaksanaan tradisi remoh tentu saja akan diawali dengan koordinasi. Baik dalam satu komunitas maupun dengan komunitas lainnya.

Mungkin kita bisa memanfaatkan undangan seperti pada umumnya kita mengundang orang lain untuk menghadiri acara kita. Tapi, bagi komunitas Blater yang lain yang kebetulan berada di daerah yang berbeda tentu akan sangat membutuhkan waktu.

Sehingga akan lebih mudah saat koordinasi pelaksanaan tradisi ini dilakukan secara online. Para Blater bisa memanfaatkan Internetnya Indonesia biar lebih mudah dalam koordinasinya.

Mereka juga bisa menyiarkan tradisi remoh ini secara online. Agar gaya hidup dan kearifan lokal ini bisa terus terjaga dan dinikmati oleh komunitas Blater lain yang berhalangan hadir.

IndiHome, Internetnya Indonesia

Para Blater bisa memanfaatkan IndiHome (Indonesia Digital Home) untuk koordinasi pelaksanaan acara.

IndiHome sendiri merupakan layanan digital yang menyediakan Internet, Telepon Rumah dan TV Interaktif dengan bermacam pilihan paket sesuai kebutuhan kita.

Apalagi nih ya, IndiHome sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pulau Madura. Belum lagi, mereka punya paket bebas tanpa batas.

Informasi selengkapnya klik kata Internetnya Indonesia ya!

Pokoknya Telkom Indonesia berusaha membuat kita bisa terintegrasi dengan berbagai hal melalui layanan internetnya Indonesia yang mereka miliki.

Jadi urusan koordinasi perihal pelaksanaan tradisi remoh pasti lancar. Bebas hambatan untuk masalah komunikasi dah.

 

Sumber informasi diakses pada tanggal 21 Juni 2022

  1. Website : news.unair.ac.id/2022/01/26/tradisi-remo-dalam-komunitas-blater-di-madura/
  2. Website : sampang.web.id/2018/07/blater-an-konstruk-lokal-tersisa.html

Satu pemikiran pada “Pentingnya Tradisi Remoh, Salah Satu Kearifan Lokal dalam Komunitas Blater di Madura”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.