Obligasi Pemerintah

Obligasi Pemerintah, Sudah Paham Floating dan Fixed Rate?

Obligasi pemerintah merupakan investasi jenis surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Di mana ketika memutuskan untuk membeli jenis obligasi tersebut, kita akan mendapatkan keuntungan yang kita sebut dengan kupon atau suku bunga setiap jangka waktu tertentu.

Tapi tahu nggak sih? Saat penentuan suku bunga ini ada dua jenis perhitungan yaitu fixed rate dan floating rate. Keduanya sangat berkaitan erat dengan imbal hasil obligasi atau sering kita sebut dengan yield.

Maka dari itu untuk mendalami kedua perhitungan bunga tersebut, kita harus memahami pengetahuan berikut.

Alur Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

Yield atau imbal hasil obligasi pemerintah merupakan potensi keuntungan yang akan kita dapatkan dalam kurun waktu satu tahun. Umumnya, imbal hasil ini dinyatakan dalam bentuk persen. Hubungannya dengan kupon pun berbanding lurus.

Ini menunjukan, ketika suku bunga naik maka yield  juga akan naik. Dengan demikian ketika yield  naik, risiko obligasi akan semakin kecil. Hubungan keduanya seringkali disebut interest rate risk  atau risiko suku bunga.

Adapun cara menghitungnya adalah pembagian antara imbal hasil dengan nilai pokok obligasi, dikalikan dengan 100%. Berikut beberapa jenis yield dalam obligasi pemerintah yang perlu kita pahami.

1. Current Yield

Seperti namanya current yield adalah imbal hasil yang terhitung dari suku bunga dan harga obligasi saat ini. Berikut perhitungannya:

Current Yield: Kupon tahunan obligasi / ( Harga obligasi saat ini / 100 )

2. Yield to Maturity

Yield to Maturity merupakan perhitungan imbal hasil untuk mengetahui yield ideal pada obligasi jika sampai jatuh tempo. Berikut perhitungannya:

{yield +  (harga obligasi terbaru  saat beli) / tenor obligasi} / {(harga obligasi terbaru  saat beli) / 2}  100%}

3. Dividend

Menunjukkan keuntungan obligasi berdasarkan pada setiap lembar surat utang yang kita punya. Berikut perhitungannya:

(harga obligasi terbaru / kupon per obligasi)  100%

Faktor yang Mempengaruhi Imbal Hasil Obligasi

Alur Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

Setelah mengetahui alur imbal hasil, kita juga harus paham faktor yang mempengaruhinya. Hal ini karena faktor tersebut juga akan berpengaruh terhadap suku bunga atau kupon yang akan kita dapatkan nanti. Berikut penjelasannya.

1. BI Rate

BI (Bank Indonesia) rate adalah kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengatur kestabilan rupiah. Kebijakan ini akan secara langsung mempengaruhi imbal hasil terutama pada kupon bunga obligasi.

2. Inflasi

Naiknya berbagai harga komoditi ini akan mempengaruhi obligasi yaitu berkemungkinan meningkatkan risiko obligasi. Tingginya risiko menyebabkan imbal hasil semakin tinggi.

3. Produk Domestik Bruto

PDB merupakan nilai pasar dalam sebuah negara. PDB yang naik akan membuat risiko obligasi menjadi semakin kecil.

4. Rating Obligasi

Sebuah obligasi umumnya memiliki rating. Ketika penerbit obligasi memiliki rating yang tinggi, ini akan berkemungkinan untuk menawarkan yield yang rendah.

Fixed Rate dan Floating Rate

Meski keduanya sama-sama menunjukkan keuntungan yang akan kita dapatkan. Tapi tetap saja ada perbedaan signifikan yang harus kita ketahui sebelum memilih salah satunya saat membeli jenis obligasi pemerintah.

Pengertian

Fixed rate adalah kupon bunga yang mana besarannya nggak berubah-ubah setiap kita mendapatkan. Sedangkan floating rate merupakan kupon bunga mengambang yang akan berubah-ubah pada waktu tertentu.

Acuan

Bunga tetap akan dihitung berdasar pada acuan harga pokok hutang awal atau harga awal obligasi. Sedangkan bunga mengambang perubahannya akan mengacu pada suku bunga dasar Bank Indonesia dan pengaruh external lainnya.

Perhitungan

Agar kita lebih paham perhitungan kedua jenis kupon ini, akan diilustrasikan dalam contoh berikut.

Fixed rate: Misalnya nilai atau harga obligasi awal adalah Rp1 miliar, lalu penerbit memaparkan bahwa bunga tetapnya yaitu sebesar 10% per tahun. Maka pada akhir tahun kita akan mendapat keuntungan Rp100 juta / tahun atau Rp8,3 juta/bulan.

Floating rate: Misalnya harga awal obligasi yaitu Rp1 miliar, lalu ternyata bunga didasarkan pada rata-rata bunga deposito rupiah 5 bank yaitu 15% dengan premi 3%. Maka kupon yang anda dapat 18% per tahun atau Rp185 juta setiap tahunnya.

Hal yang Harus Kita Perhatikan

Sebelum menentukan jenis kupon yang akan kita pilih, kita harus ingat bahwa keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Fixed rate berkemungkinan untuk mendapat keuntungan tanpa melihat tingginya harga di pasaran. Sedangkan floating rate berkemungkinan harga pasaran turun sehingga kita mungkin akan mendapat kerugian.

Investasi Jenis Obligasi Pemerintah? Jadikan DBS Treasures Pilihan Utama

Jika kita masih bingung untuk mencari mitra obligasi pemerintah, kini perbankan prioritas DBS Treasures dapat menjadi mitra manajemen kekayaan yang bisa kita andalkan karena telah disesuaikan dengan preferensi nasabah.

Selain telah terjamin oleh Undang-Undang, DBS Treasures memiliki sejumlah keunggulan yaitu memiliki produk komprehensif dengan jangka waktu sesuai preferensi, mata uang IDR, USD dan EUR, kupon reguler secara periodik yang kompetitif, nggak ada biaya tambahan selain spread.

Spread adalah selisih antara harga jual dengan harga beli (bid dan offer). Beberapa jenis dari obligasinya juga bisa kita jual kapan pun sebelum jatuh tempo dan yang lebih penting tersedia ragam produk obligasi yang dapat kita perjualbelikan di Aplikasi digibank by DBS.

Setelah paham floating dan fixed rate serta sejumlah keunggulan yang telah dipaparkan di atas, kini saatnya kita untuk membeli obligasi pemerintah melalui link berikut https://www.dbs.id/id/treasure-id/investasi/structured-product/investing-in-bonds

Segera kunjungi laman tersebut, pahami ketentuannya dan temukan jenis obligasi pemerintah di DBS Treasures sehingga Teman-teman yakin untuk mulai berinvestasi.

Semoga bermanfaat.

Related Posts

One thought on “Obligasi Pemerintah, Sudah Paham Floating dan Fixed Rate?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.