Traffic Blog? Penting Nggak Sih? Gimana Cara Menaikkannya?

Cara Menaikkan Traffic Blog

Journal Yuni – Sejak SMA aku menyukai dunia fiksi. Nggak heran kalau aku memiliki buku-buku khusus yang kugunakan sebagai media untuk menulis seluruh khayalanku. Katakan saja buku harian, meski dulu belum ada buku jurnal custom yang bikin lebih semangat menulis.

Lalu beberapa tahun belakangan, aku dikenalkan dengan rumah online oleh sahabatku. Katanya, aku bisa bebas menuliskan apa saja di sana. Bahkan cerita fiksi sekalipun.

Rumah online itu bernama blog. Oke. Kupikir nggak ada salahnya memiliki satu sebagai diary online. Jadi, aku nggak perlu membawa buku lengkap dengan alat tulis kemanapun aku melangkah. Itu artinya aku bisa mengurangi sedikit kerepotan. Hehehe….

Tapi e tapi, setelah aku menulis blog kok anyep saja nih. Diary onlineku sepi. Nggak ada traffic blog yang bikin aku mesam-mesem kayak dulu pas bukuku jadi rebutan seluruh kelas hanya karena ingin membaca cerita-cerita “halu”ku. Terus gimana dong?

Traffic Blog?

Ngomongin traffic berasa jalanan nggak sih? Ada lalu lintasnya gitu. Padahal kita lagi ngomongin blog yang kata sahabatku adalah “rumah online”.

Well, kita perlu mengetahui apa sih traffic blog itu? Kok segitunya bikin aku galau. Hehehe….

Traffic blog adalah pengguna internet yang mengunjungi sebuah situs, website atau blog. Dimana semakin bagus trafficnya, maka kita bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari blog. Begitu kata Bang Doel saat mengisi webinar dari Grup Blog Walking Asik (BWA) beberapa waktu lalu.

Related Post

Darimana Asalnya Traffic Blog Kita?

Traffic blog
Sumber: https://pixabay.com/id/photos/google-www-cari-online-mencari-485611/

Bisa darimana saja sih. Namanya juga pengguna internet ye ‘kan? Kamu, aku dan kita semua adalah pengguna internet. Mau itu buat facebook-an, twitter-an, tiktok-an dan lain-lain.

Menurut Google Analitycs (GA), ada beberapa sumber asal dari lalu lintas blog atau website, yaitu:

  1. Direct adalah pengunjung yang mengunjungi sebuah situs karena meng-klik link situs tersebut secara langsung. Salah satu contohnya adalah kegiatan Blog Walking di Grup BWA, dimana kita akan mendaftarkan link artikel untuk dibaca dan dikomentari oleh peserta lain.
  2. Organic Search adalah pengunjung yang mengunjungi sebuah situs karena mereka mencari sebuah informasi melalui mesin pencarian.
  3. Social adalah pengunjung yang mengunjungi sebuah website dari artikel-artikel yang dibagikan di media social, seperti facebook, twitter dan lain-lain.
  4. Referral merupakan sumber traffic dari rujukan sumber lain. Dalam hal ini social juga bisa masuk dalam kategori referral.

Sebenarnya masih ada beberapa sumber traffic lainnya dalam GA, seperti email, affiliates, paid search, other advertising dan display. Namun, aku pribadi baru mendapatkan sumber traffic dari keempat yang sudah dijelaskan tadi.

So, Seberapa Penting Traffic Blog?

Bang Doel bilang nggak semua blogger merasa bahwa ada atau nggaknya pengunjung situs itu penting. Beberapa ada yang berpikir bodo amat. Terserah deh, mau ada yang membaca blognya atau nggak. Yang penting mereka bisa melakukan aktifitas favorit yaitu menulis.

Sah-sah saja sih pemikiran tersebut. Kadang aku pun merasa bahwa nggak masalah meski nggak ada yang menemukan blogku. Apalagi kalau aku sedang menuliskan curahan hati yang tengah gundah, galau dan merana. Duileh. Hehehe….

Tapi, kalau sudah urusan menulis artikel yang bermanfaat sudah beda ceritanya. Lihat diriku! Sempat merasa galau karena cerita-cerita fiksiku nggak terdeteksi oleh orang-orang pecinta fiksi.

Maksudku sayang saja ‘kan kalau nggak banyak yang bisa merasakan manfaat dari artikel-artikel kita. Jadi, seberapa penting traffic blog buat kita kembali pada apa tujuan kita menulis. Menulis blog lebih tepatnya.

Lalu Gimana Cara Menaikkan Traffic Blog?

Ini point pentingnya. Bagaimana kita bisa menaikkan lalu lintas blog yang dimiliki? Tentu saja, kita harus memiliki beberapa persiapan sebelum akhirnya artikel kita siap bersaing dengan artikel-artikel sejenis lainnya.

Pada kesempatan webinar beberapa waktu lalu, Bang Doel sudah menjelaskan dengan detail. Kurang lebihnya aku akan merangkumnya untuk pembacaku yang baik budinya.

Persiapan Sebelum Menulis Konten

Kok sebelum menulis konten kita harus bersiap-siap? Kita ‘kan hanya ingin konten kita memiliki banyak pembaca. Kalau begitu, bukannya kita kudu memulainya setelah konten terpublish?

Well. Mungkin akan banyak sekali pemikiran seperti itu. Tapi, gimana dong? Kita ‘kan nggak hanya ngomongin para pengunjung blog. Ada mesin penelusuran yang perlu diperhitungkan sebagai media pembawa pengunjung ke website atau blog kita.

Oleh karena itu, kita perlu persiapan sebelum menulis konten sebagai amunisinya.

#1 Audit On Page

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam website atau blog kita. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena kita akan berusaha membuat pengunjung blog merasa nyaman ketika berkunjung ke sana. Nggak buru-buru ingin pergi meninggalkannya tanpa bersedia membaca artikel yang telah tersedia.

Menurut Bang Doel, kita perlu memastikan beberapa hal berikut ini:

  1. Kecepatan akses blog atau website. Bayangin deh! Siapa sih yang mau menunggu terlalu lama sampai artikel selesai terbuka sempurna. Aku sendiri lebih memilih mencari informasi dari rumah lain yang lebih cepat aksesnya dong.
  2. User Interface atau tampilan visual dan User Experience atau pengalaman pengguna/pengunjung saat mengakses blog atau website. Ya, kita pasti merasa senang saat melihat sesuatu yang bagus-bagus ‘kan?
  3. Struktur Halaman ini biasanya terdiri dari header, navbar, main blog, sidebar dan footer. Kita harus memastikan bahwa bagian-bagian tersebut sudah ada dan jelas baik susunan html maupun tampilannya.

#2 Riset Kata Kunci

Langkah selanjutnya sebelum menulis konten adalah melakukan riset kata kunci. Ini penting banget ya. Secara, kita pasti menginginkan pengunjung atau traffic blog berdatangan secara organik.

Oleh karena itu, kita perlu membuat konten yang mungkin dibutuhkan oleh orang banyak. Biasanya, aku menggunakan tools untuk riset kata kunci. Mulai dari yang gratis seperti google trends, Google suggest dan keyword planner sampai yang berbayar, seperti ubersuggest, ahrefs, keywordtool.io, rankmath dan lain-lain.

Tentu saja aku nggak menggunakan semua yang disebut oleh Bang Doel ya. Paling aku memanfaatkan yang gratisan saja. Hehehe….

Tapi, jangan mengira riset keyword nggak ada tantangannya. Apalagi dengan begitu banyaknya pemilik website atau blog yang menginginkan traffic blog. Sehingga, kita perlu menaklukkan beberapa tantangan riset keyword sebagai berikut:

  1. Kompetitor ini bisa apa saja. Blog yang menulis artikel dengan keyword yang sama. Atau brand yang memiliki nama website sana dengan keywordnya.
  2. Search intent. Saat kita mencari informasi dengan keyword, informasi apa yang ingin dicari?
  3. Frasenya kaku dan nggak baku.

Sebenarnya sah-sah saja, kalau kita ingin menulis dengan keyword yang memiliki volume gedhe. Itu berarti kita punya kesempatan memiliki traffic blog yang juga gedhe. Tapi pertanyaannya adalah mampukah blog kita bersaing di halaman pertama pencarian google? Kalau blogku jelas belum. Hehehe….

Saat Menulis Konten

Setelah kita menemukan kata kunci yang ingin ditulis, maka waktunya kita menulis konten. Selama ini, kupikir menulis adalah kegiatan suka-suka. Mau menulis apa terserah saja. Yang penting hati bahagia.

Mungkin pemikiran ini masih relate. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu disisipkan saat hendak menumpahkan segala ide yang terlintas. Sudah barang tentu masih berkaitan dengan apa yang sudah dipersiapkan sebelum menulis konten tadi.

Yupz, kita menulis artikelnya sesuai dengan kata kunci yang dipilih. Akan lebih baik jika kita memahami bagaimana menulis yang sesuai dengan Search Engine Optimization (SEO).
Ada yang bilang, katanya kalau mengikuti panduan SEO On Page tu tulisan kita kaku. Tapi ya belum tentu begitu. Kita bisa tetap menulis sesuai dengan gaya bahasa yang kita pakai kok.

Persiapan Setelah Menulis Konten

Pada akhirnya, setelah konten terpublish masih ada lagi yang perlu dipersiapkan. Dan ini juga nggak kalah pentingnya dari kedua persiapan sebelumnya.

Sama dengan jualanlah ya. Setelah produk dibuat, tentu kita perlu melakukan promosi. Biar kenapa? Biar banyak orang yang menyadari bahwa kita memiliki produk yang bisa dibeli.

Maka, begitu pula halnya dengan tulisan kita. Kita perlu membuat woro-woro kepada seluruh pengguna internet bahwa ada artikel bermanfaat yang bisa dibaca. Bagaimana cara woro-woronya?

  1. Kita harus memastikan bahwa artikel kita sudah terindeks oleh mesin penelusuran. Pakai tools yang disediakan oleh Google Search Console ya. Lalu minta pengindeksan.
  2. Memanfaatkan social media untuk membagikan artikel. Siapa tahu ada beberapa teman di dunia maya yang membutuhkan informasi dari artikel tersebut.
  3. Biasanya, kita akan membagikan artikel tersebut pada lingkup komunitas yang diikuti.
  4. Mengoptimasi Artikel dengan SEO Of Page.

Kesimpulan

Traffic blog bermula dari seberapa butuh kita akan pengunjung yang membaca artikel kita. Bagi sebagian blogger mungkin beranggapan bahwa nggak mengapa meski tulisannya nggak terdeteksi pembaca. Tapi, bagi sebagian yang lain berpikir bahwa semakin banyak pengunjung yang membaca maka akan semakin baik buatnya.

Keduanya merupakan hal yang sah-sah saja. Nggak ada yang benar atau salah. Setiap kita selalu memiliki pilihan.

Jika kita ingin blog yang dimiliki memiliki banyak traffic, maka kita perlu melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sebelum menulis konten, saat menulis bahkan setelah konten terpublish.

Kita harus fokus pada ketiganya. Agar hasilnya lebih maksimal lagi. Semoga bermanfaat!

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.